WORKSHOP KEWIRAUSAAAN 1 hari bagi siswa/ mahasiswa/ binaan BUMN, Organisasi Desa

  1. PENDAHULUAN

Dengan adanya semangat kewirausahaan, masyarakat, khususnya generasi muda lulusan SLTA tidak perlu lagi mencari lowongan pekerjaan. Justru merekalah yang membuka lowongan kerja bagi yang lain. Sehingga, banyak pihak yang sudah berusaha mengembangkan jiwa dan semangat kewirausahaan ini dikalangan masyarakat. Misalnya dunia usaha.

Mereka melakukan pelatihan wirausaha, pembinaan, membuka peluang usaha, membantu permodalan, hingga membantu pemasaran dalam bentu program corporate social responsibility.

Pemerintah juga peduli terhadap pengembangan jiwa kewirausahaan. Hal ini dibuktikan dengan pembentukan kementerian koperasi dan usaha kecil menengah.

Salah satu tugas kementerian ini adalah mengembangkan kewirausahaan dikalangan masyarakat sehingga tumbuh UKM-UKM baru.Dalam situs kementerian koperasi dan UKM disebutkan, Indonesia memerlukan tambahan sekitar 20 juta unit usaha baru di luar sektor pertanian dalam 15 tahun mendatang.

Hal ini penting untuk meningkatkan daya dukung pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Untuk memenuhinya, maka harus dikembangkan 1,3 juta unit usaha baru di Indonesia setiap tahunnya.

Pengembangan wirausaha baru tersebut terkait dengan upaya menumbuhkan lingkungan usaha yang kondusif, menumbuhkan kemauan masyarakat untuk berwirausaha, meningkatkan kemampuan masyarakat untuk berwirausaha dan sistem insentif yang menstimulan masyarakat untuk merealisasikan membuka usaha baru.

Program ini mencakup rangkaian kebijakan dan aktivitas, seperti mengembangkan dan melaksanakan gerakan nasional memasyarakatkan dan membudayakan kewirausahaan, memetakan potensi dan kebutuhan jenis usaha yang potensial di setiap kota di Indonesia.

Sementara itu, Kabid Litbang dan Pelatihan Corporate Forum for Community Development (CFCD), Erman Sugiyanto, mengungkapkan, untuk menumbuhkan jiwa kewirausahaan masyarakat, khususnya siswa di SLTA, maka harus melihat potensi ekonomi setempat. Potensi tersebutlah yang perlu dikembangkan dan dioptimalkan untuk menumbuhkan kewirausahaan masyarakat.

Untuk memperkuat layanan pengelola program pendidikan dan masyarakat  (SLTA/Universitas/Lembaga Kursus/Organisasi Desa/ Konunitas/dll.) kepada warga belajarnya dan atau anggotanya, khususnya pada materi KEWIRAUSAHAAN, perlu pola pembelajaran alternatif yang mengacu pada perubahan karakter, pengalaman, semangat dan tata kelola usaha yang partisipatif.,

Kami menawarkan materi pembelajaran dengan model penyajian yang berbeda, yang menekankan pada aspek paritisipatif dan adaptif, based on their own work melalui WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN SEHARI.

  1. TUJUAN WORKSHOP
    • Merefresh materi kewirausahaan yg telah diperoleh dengan metode berbeda
    • Memberikan gambaran perencanaan keuangan pasca kursus
    • Memberikan cara menggali ide bisnis berbasis potensi lokal
    • Memotret tata kelola usaha secara sederhana dan aplikatif
    • Memberikan warga belajar pengalaman mengelola usaha melalui simulasi usaha untuk menjembatani siswa dengan dunia usaha, sehingga setelah lulus mereka sudah siap terjun di dunia usaha.
    • Meningkatkan motivasi dan semangat wirausaha
    • Mengurangi tugas pengelola program PKM , sehingga lembaga pengelola bisa lebih fokus pada materi vokasi saja.

2. PAKET MATERI WORKSHOP KEWIRAUSAHAAN

 Paket workshop kewirausahaan terdiri dari :

  1. Perencanaan keuangan pasca sekolah, Mengapa kok harus wirausaha?
  2. Mengembangkan Ide Bisnis
  3. Memotret tata kelola usaha secara cermat dan sederhana
  4. Simulasi Wirausaha (Game Bisnis) yang dikembangkan oleh SIYB ILO

3. SISTEM PEMBELAJARAN

Pola Pembelajaran menggunakan pola Adult Learning (Pembelajaran Orang Dewasa) dimana peserta pelatihan diajak untuk lebih proaktif dalam setiap sessi. Sehingga dalam satu kelas terdiri dari 40 peserta, Adapun pola pembelajaran menggunakan media , meliputi :

  1. Brainstorming

Metode  ini  digunakan untuk menghasilkan ide, menemukan daftar jawaban/solusi yg mungkindiambil oleh peserta. Kelebihan metode ini adalah menghasilkan partisipasi peserta cukup tinggi

2. Diskusi, dugunakan untuk:

Bertukar Ide, pendapat dan pengetahuan,  menganalisa sebuah situasi, penekanan pada konsep, dilakukan secara terbuka dan kelompok

  1. Latihan, metode ini digunakan untuk :
  • Melaksanakan tugas-tugas tertentu
  • Menguji atau menerapkan pengetahuan
  • Digunakan setelah pembelajaran (tiap-tiap) topik
  • Peserta dapat menerapkan pengetahuan yang diperoleh

3. Studi Kasus

  • Analisa terhadap suatu permasalahan untuk memeproleh solusi
  • Mendemonstrasikan / mempraktekkan problem riil dalam kehidupan
  • Mempersiapkan peserta dalam situasi kehidupan sebenarnya yang serupa

4. Bermain Peran

  • Dramatisasi dari kehidupan nyata berdasarkan peran
  • Digunakan pada sesi yang berhubungan dengan kehidupan nyata
  • Menciptakan rasa percaya diri

4. LAMA WORKSHOP

Workshop Kewirausahaan dilaksanakan selama 1 hari (mulai jam 08.30 – 17.00) dan ditindaklajuti dengan Individual Conceling bagi peserta.

5. TEMPAT

Tempat Workshop disediakan oleh pihak lembaga kursus dan pelatihan.

6. BIAYA DAN FASILITAS

Biaya Workshop : GRATIS

Fasilitas belajar bisa disiapkan oleh Pihak yang menundang, dan apabila tidak tersedia fasilitas/teaching material, maka kami bisa menyiapkan fasilitas dengan biaya ganti : Rp. 500.000,-/ kelas.

Fasilitas Workshop terdiri dari :

  1. Kertas Metaplan
  2. Kertas Flipchart
  3. Kertas Post it
  4. Perangkat Game Bisnis
  5. Spidol Warna-Warni
  6. Isolasi Kertas
  7. Gunting, dll.

CATATAN      : Transport pemateri (menyesuaikan/tidakwajib)

PESERTA PER KELAS

Jumlah peserta di kelas antara 10 – 30 orang

Nomor Kontak : 08124152797 (aly anwar)